Warga Resah Ulah Pak Ogah di Kapuk Jakbar: Sudah Lama dan Terjadi Setiap Hari

2026-06-03 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Keberadaan pengatur lalu lintas liar atau yang dikenal sebagai Pak Ogah di kawasan Pertigaan Metro, Jalan Raya Kapuk Cengkareng, Jakarta Barat, dikeluhkan warga karena dinilai telah lama meresahkan pengguna jalan.

Warga setempat, Rafli (24), mengatakan praktik meminta uang kepada pengendara oleh sejumlah Pak Ogah di lokasi tersebut bukanlah hal baru.

Menurut dia, aktivitas itu sudah berlangsung cukup lama dan terjadi hampir setiap hari.

"Dari dulu itu udah lama ada, mereka dari siang udah ada, tapi enggak seramai kalau sore sama malam, pas macet soalnya," kata Rafli saat ditemui iDoPress di lokasi, Rabu (3/6/2026).

Rafli menuturkan, para Pak Ogah biasanya mulai beroperasi sejak siang hingga malam hari.

Aktivitas mereka semakin terlihat ketika arus lalu lintas di kawasan Kapuk mengalami kepadatan.

Menurut dia, sasaran para Pak Ogah umumnya adalah kendaraan angkutan barang dan truk yang melintas di kawasan tersebut.

Namun, tidak jarang pengendara kendaraan lain juga dimintai uang.

"Setiap hari itu mah, biasanya maksa-maksa truk seringnya, atau kadang angkot. Kalau mobil pribadi sebenernya jarang si, lagi kepepet aja kali dia sampai maksa mobil pribadi," ujar Rafli.

Meski terkadang membantu mengurai kemacetan, Rafli menilai tindakan meminta uang secara paksa tetap tidak bisa dibenarkan.

"Sebenernya kadang membantu sih, cuma ya gitu enggak enaknya, dia maksa-maksa. Kalau bisa ya ditertibin," ucap dia.

Keluhan serupa disampaikan Tania (26), warga yang juga kerap melintas di kawasan Pertigaan Metro.

Ia mengatakan para Pak Ogah di lokasi tersebut bekerja secara berkelompok dan bergantian setiap hari.

"Jadi kayak shift-shift-an gitu. Yang sering reseh kayak gitu itu memang yang sore ke malam," kata Tania.

Sebagai pengguna sepeda motor, Tania mengaku pernah mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari sejumlah Pak Ogah saat kondisi lalu lintas sedang padat.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.