2026-07-01
HaiPress

iDoPress – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan pentingnya sinergi antara Kementerian P2MI dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam melindungi pekerja migran Indonesia, terutama untuk memberantas tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penempatan pekerja migran secara nonprosedural.
Pernyataan tersebut disampaikan Mukhtarudin bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada Rabu (1/7/2026).
Dalam momentum tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi atas peluncuran tema dan logo Hari Bhayangkara ke-80 yang dinilai merepresentasikan semangat pengabdian Polri kepada masyarakat.
"Kami di Kementerian P2MI sangat mengapresiasi filosofi di balik logo Hari Bhayangkara ke-80 ini," ujar Mukhtarudin dalam keterangan tertulis yang diterima iDoPress, Rabu.
Menurutnya, desain angka "80" dengan balutan warna emas, perak, dan aksen merah putih mencerminkan komitmen Polri untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, modern, dan responsif.
Mukhtarudinmenilai semangat tersebut sejalan dengan upaya Kementerian P2MI dalam memberikan pelindungan yang optimal bagi pekerja migran Indonesia.
"Komitmen Polri untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, modern, dan responsif sejalan dengan semangat Kementerian P2MI dalam memberikan pelindungan terbaik bagi para pekerja migran Indonesia," katanya.
Mukhtarudin berharap, di usia ke-80, Polri terus meningkatkan profesionalisme dan responsivitas dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat, termasuk pekerja migran Indonesia.
"Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri terus jaya, semakin dicintai masyarakat, dan menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas serta penegakan hukum di Tanah Air," ujar Mukhtarudin.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang