2026-07-01
HaiPress


JAKARTA, iDoPress - Komisi I DPR memanggil Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Marsekal TNI (HOR) Donny Ermawan Taufanto, dan sejumlah jenderal TNI aktif lainnya imbas kematian lima calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih pada saat mengikuti latihan dasar militer (latsarmil).
"Baru saja Komisi I melakukan rapat kerja dengan Kementerian Pertahanan yang dipimpin oleh Bapak Wamenhan. Bapak Wamenhan supaya dikenal semua, Bapak Donny Ermawan. Beliau adalah Marsekal bintang empat, purnawirawan. Hadir pula Pak Sekjen (Kemenhan) Pak Tri Budi Utomo, kemudian Pak Gabriel Lema, Letnan Jenderal, dan Kepala BPSDM, yaitu Bapak Mayor Jenderal Ketut Wisnu," ujar Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Utut menyampaikan, dari pihak Komisi I DPR, semua fraksi hadir.
Utut menyebut para wakil rakyat menanyakan perihal kejadian meninggalnya lima calon manajer Kopdes.
"Kita semua menanyakan perihal kejadian, di mana ada lima calon pengurus Koperasi Desa Merah Putih yang wafat," jelasnya.
Utut pun mengucapkan duka cita yang mendalam atas kematian lima orang tersebut. Dia mendesak pemerintah memberi santunan yang sangat baik kepada keluarga korban, bukan hanya pantas.
"Ada Pak Wamenhan untuk menyampaikan poin-poinnya, yang jelas teman-teman juga akan memperbaiki lapangan atas kejadian ini," kata Utut.
Sementara itu, Wamenhan Donny mengatakan, di dalam rapat, pihaknya menjelaskan kepada anggota DPR bahwa mereka berduka sedalam-dalamnya kepada keluarga korban.
Donny mengklaim Kemenhan tidak mengharapkan kejadian ini terjadi.
"Sehingga kami mengharapkan ini bisa juga menjadikan pelajaran bagi kami juga terkait dengan penyelenggaraan kegiatan ini," kata Donny.
"Dan kami juga sudah memberikan santunan ataupun perawatan dukungan terhadap, pertama, pemulangan jenazah, pemakaman, juga santunan yang diberikan dari Kementerian Pertahanan dan juga kami membantu juga untuk pengurusan proses santunan dari BPJS Ketenagakerjaan yang ini masih dalam proses," imbuhnya.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan menjelaskan kronologi meninggalnya lima calon manajer Kopdes Merah Putih.
Pertama, Nola Dya Sari, peserta dari Satuan Pendidikan (Satdik) Dodik Bela Negara Kalimantan, yang meninggal pada Jumat (26/6/2026).
Namun sekitar pukul 18.45 WIB, Nola mulai mengeluhkan sesak nafas yang disertai badan terasa panas.
Tim kesehatan satuan pendidikan kemudian segera memberikan penanganan awal sebelum merujuk Nola ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Singkawang.