2026-07-28
HaiPress

JAKARTA, iDoPress- Jasad pria bernama Sutrimo yang ditemukan tewas di sebuah klinik kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (23/7/2026), dibawa dengan ambulans swasta oleh empat orang.
Jasadnya tiba di Rumah Sakit Fatmawati sekira pukul 09.09 WIB, menurut rekaman CCTV.
Tubuhnya dibalut selimut biru.
“Melihat data rekaman kami, itu memang diantar oleh beberapa pria, kurang lebih tiga atau empat orang,” ungkap Tim Legal RS Muhammadiyah Taman Puring, Ahmad, saat ditemui di lokasi, Senin (27/7/2026).
Saat itu, empat orang itu tidak menyebutkan hubungan mereka dengan Sutrimo.
Mereka hanya meminta untuk dokter memeriksakan keadaan Sutrimo, yang ternyata sudah tidak bernapas lagi.
Salah satu dari empat orang itu kemudian diminta mengisi lembar berita acara. Seorang pria bernama Febrio Adiono tercatat sebagai penanggung jawabnya.
“Mereka kami tanya pun tidak memberikan informasi yang jelas, hanya mengantarkan dan isi berita acara atas nama Febrio Adiono,” kata dia.
Saat diperiksa bagian luar tubuh, dokter tak menemukan adanya luka atau tanda kekerasan. Pihak rumah sakit pun membersihkan jasad Sutrimo dan melepaskan gulungan selimutnya.
Tak lebih dari pukul 12.00 WIB, jasad Sutrimo pun dibawa kembali oleh Febrio dan rekannya menggunakan ambulans sebelumnya.
Mereka bilang, Sutrimo akan dibawa ke kampung halamannya di Banyumas, Jawa Tengah.
“Iya, diserahkan kepada mereka. Mereka meminta surat kematian, langsung dibawa luar kota ya, Banyumas,” kata Ahmad.
Pihak rumah sakit tak mencatat secara mendalam terkait identitas Sutrimo. Termasuk pekerjaan dan kepada siapa dia bekerja.
Sebelumnya diberitakan, seorang pria bernama Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).
Korban kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring, tetapi dinyatakan telah meninggal saat tiba di rumah sakit.