2026-07-29
HaiPress

BEKASI, iDoPress – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 30.593 jiwa terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau yang kini memasuki puncaknya.
Ribuan warga tersebut tersebar di 23 desa pada sembilan kecamatan di Kabupaten Bekasi yang mengalami kekeringan.
"Dampak musim kemarau tahun ini telah menyebabkan 10.254 kepala keluarga (KK) atau 30.593 jiwa di Kabupaten Bekasi mengalami krisis air bersih," ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi dalam keterangan resminya, Rabu (29/7/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD bersama sejumlah instansi dan perusahaan telah menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.
BPBD mencatat terdapat 83 titik kekeringan yang membutuhkan pasokan air bersih.
"Hingga saat ini, total 2.892.300 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat," kata Dodi.
Menurut dia, bantuan tersebut berasal dari berbagai pihak.
BPBD Kabupaten Bekasi menyumbang 1.118.000 liter air bersih, Perumda Tirta Bhagasasi 908.000 liter, PMI 580.000 liter, Delta Mas 33.000 liter, PT Hyundai 6.000 liter, BBWS Ciliwung Cisadane 40.000 liter, BBWS Citarum 16.000 liter, Yayasan BMI 8.000 liter, Yayasan SCK 160.000 liter, PT EJIP 10.000 liter, DPC GAMKI 5.000 liter, serta bantuan program CSR Jababeka sebesar 8.300 liter.
Selain mendistribusikan air bersih, BPBD juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat penanganan dampak musim kemarau.
Dodi mengatakan, koordinasi dilakukan bersama Perumda Tirta Bhagasasi guna memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
BPBD juga bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Jasa Tirta (PJT) II, serta Dinas Kesehatan untuk menangani dampak kekeringan di berbagai sektor.
"Kami juga berkoordinasi dengan anggota Klaster Logistik agar ikut berkontribusi dalam pendistribusian bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak bencana kekeringan," ujar Dodi.
Selain berdampak terhadap kebutuhan air bersih masyarakat, musim kemarau juga memengaruhi sektor pertanian.
BPBD mencatat sekitar 2.499 hektar lahan pertanian di 45 desa yang tersebar pada 15 kecamatan mengalami kekeringan.
Berdasarkan data BPBD, wilayah terdampak krisis air bersih tersebar di Kecamatan Cabangbungin, Tarumajaya, Babelan, Sukawangi, Pebayuran, Sukatani, Cikarang Selatan, Serang Baru, dan Bojongmangu.